Jumat, 08 April 2016

SUKSES OLEH ROH KUDUS [1]

JKI Holy Glory Church Makasih (Makassar Full of Love)

(Minggu, 03/04/2016)
Pdt. Joseph Hendrik Gomulya

“Aku ingin menjadi orang yang sukses.”

Begitu kira-kira kalimat yang sering kita dengungkan dalam benak kita setiap saat. Tentu saja setiap orang ingin menjadi sosok yang sukses sehingga ada banyak cara yang dunia coba tawarkan kepada orang di bumi ini bagaimana mereka hidupnya bisa menjadi sukses melalui banyaknya seminar-seminar yang dibuat dan diadakan. Setiap orang meluangkan waktunya untuk menghadiri itu dan sampai berani membayar mahal supaya mereka punya pengetahuan dan bisa diyakinkan lagi untuk menjadi sukses, dan itu tidak salah. Tetapi mari kita katakan sukses yang sesungguhnya diberikan oleh Roh Kudus/Roh Allah, Roh yang menciptakan langit dan bumi.

Sukses oleh Roh Kudus ini telah dijanjikan oleh YESUS sebelum kematian-Nya dikayu salib, DIA berkata di Yohanes 16:7
... Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Semoga hari ini Roh Kudus memberikan kita pengertian bahwa Roh Kuduslah yang membawa kita mengalami kesuksesan itu, bagaimana mengalami kesuksesan itu bisa terjadi hidup kita, oleh sebab itu begitu penting pribadi TUHAN yang adalah Roh Kudus didalam hidup kita.

(1 Samuel 17:34-37)

Kisah perjalanan Daud dari padang rumput menjadi Raja atas bangsa Israel dimulai setelah Saul ditolak oleh Tuhan dan saat Nabi Samuel dibawa oleh Tuhan untuk mendatangi sebuah keluarga penggembala bernama Isai yang ada di Betlehem.

Daud adalah seorang anak muda yang Kemunculan perdananya terkesan tidak begitu mencolok bahkan cenderung seperti dilupakan atau tidak diperhitungkan karena setelah kakak-kakaknya ternyata tidak dipilih oleh Tuhan, barulah ayahnya teringat akan dia dan itupun setelah Samuel yang bertanya kepadanya karena Samuel yang adalah Hamba Tuhan yang sudah menerima pewahyuan yakin kalau Isai masih memiliki satu orang anak lagi karena Raja Israel harus dari keturunan Isai.

Inilah yang istimewa dari seorang Daud, karena Samuel sebelumnya sudah memberitahukan kepada Isai bahwa dia akan datang ke rumahnya untuk memilih dan mengurapi salah seorang anaknya untuk menjadi Raja atas Israel. Dan Isai sama sekali tidak membawa Daud ada bersama-sama saudaranya karena dia tidak diperhitungkan oleh ayahnya, dan Samuel pun awalnya berpikir anak yang paling tua yang akan dipilih ternyata bukan sampai seluruh anak Isai dilihatnya, tetapi Tuhan berkata kepada Samuel bahwa masih ada satu anak lagi yang tidak ada bersama mereka, kemudian setelah Samuel menanyakannya Isai pun berkata bila dia sebenarnya masih memiliki satu orang anak lagi tetapi masih sangat muda dan dia sedang berada di padang rumput menggembalakan kambing domba.

Daud tetap tidak berkecil hati ketika dia tidak diperhitungkan oleh ayahnya sendiri, bahkan mungkin dia sendiri tidak menduga bahwa hari itu adalah hari yang penting buat dia, dan ketika dipanggil mengadap Samuel dia masih fresh dari padang rumput tempat dia biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Itulah Daud, seseorang yang bahkan tidak diperhitungkan oleh keluarganya sendiri namun ternyata diperhitungkan oleh Tuhan dan bahkan diurapi untuk menjadi seorang raja atas Israel. Dan apakah rahasia dibaliknya?

Hal yang dilakukan Daud setiap hari dengan setia adalah menggembalakan kambing domba ayahnya sambil menyembah TUHAN dengan kecapinya dan Daud memang sejak masa mudanya adalah seorang penyembah yang sudah dekat dengan TUHAN.

Kita mungkin tidak diperhitungkan bahkan mungkin oleh keluarga kita sendiri, tetapi apabila kita dekat dengan Tuhan, Tuhan memperhitungkan itu. Mungkin kita tidak dikenal hari ini tetapi itu tidak masalah karena apabila kita dekat dengan Tuhan suatu saat Tuhan pasti akan promosi kita karena DIA kenal siapa setiap kita anak-anak-Nya. Kita tidak bisa disembunyikan ketika Tuhan punya kehendak atas hidup kita, oleh sebab itu kedekatan/keintiman dengan Tuhan begitu penting.

Jadi untuk menjadi sukses oleh Roh Kudus kita harus:

1. Mempunyai keintiman dengan menjadi seorang penyembah.

Satu hal yang cukup menarik adalah bahwa setelah Daud diurapi oleh Samuel hadapan orangtua dan saudara-saudaranya yang menjadi saksi, dia tidak lantas langsung melenggang menjadi Raja dan melengserkan kedudukan Saul, namun ia tetap setia melakukan tugasnya sebagai penggembala dari kambing domba milik ayahnya.
Dan ketika dia pun dipanggil ke Istana oleh Saul bukan untuk jabatan yang penting namun hanya menjadi pemain kecapi namun dia tetap akan selalu kembali pulang ke rumahnya untuk menggembalakan kambing domba milik ayahnya di Betlehem tempat dimana ia diproses oleh Tuhan.
Kesetiaan Daud pada hal-hal yang kecil sambil menantikan perkara yang besar dari Allah membuat akhirnya Tuhan sendiri yang turun tangan untuk mengangkat Daud ke permukaan.

Dikisahkan saat itu bangsa Israel sedang mengalami peperangan besar melawan tentara Filistin dan gertakan seorang tentaranya bernama Goliat, tidak ada seorang tentara Israel pun yang berani melawannya dan ini sudah berlangsung 40 hari lamanya sepanjang hari Goliat mencemooh barisan tentara Israel tersebut. Sampai-sampai Saul berkata "Siapa yang bisa mengalahkan Goliat maka dia akan diberikan puteri Raja Saul menjadi Istri dan dibebaskan dari segala macam pajak. Dan ketika cemoohan itu sampai ketelinga Daud ketika dia ke medan perang menengok dan membawa bekal buat ketiga saudaranya Eliab, Abinadab, dan Syama yang sedang berperang, dan dengan Iman dia bertanya kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?” dan ketika hal ini sampai ketelinga Saul karena Daud dengan Iman mengajukan dirinya untuk maju menghadapi orang Filistin itu, tetapi saul awalnya meremehkannya...
Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

Bagi dunia yang tidak mengenal kebenaran, kadang sepertinya disaat seseorang memiliki iman yang besar itu dianggap sebagai suatu kesombongan. "ketika anda sedang didalam situasi yang serba berkekurangan tetapi anda mendapat rhema dari Tuhan bahwa anda akan memiliki rumah dan anda mengimani itu, kemudian anda mendoakan dan menumpangi tangan rumah itu, orang-orang yang disekitar yang mengetahui keadaan anda berkata; Sombong sekali, tidak punya uang tetapi mendoakan rumah itu menjadi miliknya." padahal Iman itu sesuatu yang melampaui kekuatan manusia karena ada kekuatan Tuhan didalamnya.

Jadi ketika Daud menawarkan dirinya untuk berani maju menghadapi orang Filistin itu, Saul kemudian bertanya bagaimana Daud bisa menyakinkan dirinya bahwa dia akan bisa mengalahkan orang Filistin itu? Karena dari ratusan ribu tentara Israel yang sudah terlatih dan berpengalaman termasuk ketiga kakak-kakaknya, tidak ada yang berani maju menghadapi orang Filistin itu. Dan yang menjadi pertanyaan dibenak Saul ialah bagaimana justru Daud yang masih muda dan tidak punya pengalaman di medan perang, memakai baju perang pun mungkin dia tidak bisa justru dengan berani menawarkan dirinya untuk maju menghadapi orang Filistin itu?
Karena biasanya orang hidup itu mengikut orang lain, jadi ketika semua tentara yang terlatih, ahli, mahir dan berpengalaman saja tidak berani maju menghadapi orang Filistin itu, itu akan meruntuhkan semangat yang lainnya.

APA YANG MEMBUAT DAUD BERANI?

Karena dia kenal siapa Allahnya, jadi walaupun dia masih kelihatan begitu muda tetapi dia bukan orang yang sembarangan.

Ketika yang lain maju berperang dengan membawa referensi pengalaman dan kemampuannya memimpin ratusan ribu pasukan, kemampuan menembak yang bisa dibilang jitu, keahlian melempar, keahlian memanah, keahlian berduel satu lawan satu, dan keahlian mengatur strategi perang. Semua yang disebut diatas adalah referensi-referensi yang diajukan dan sudah didengar oleh saul dari seluruh tentara Israel yang ada bersamanya di medan perang, tetapi hasilnya tidak ada seorangpun yang berani maju menghadapi orang Filistin itu.

APA YANG MENJADI REFERENSI DAUD?

1 Samuel 17:34-37
Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang SINGA atau BERUANG, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik SINGA maupun BERUANG telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” Pula kata Daud: “ Tuhan yang telah melepaskan aku dari CAKAR SINGA dan dari CAKAR BERUANG, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.”

Ternyata referensi yang diberikan oleh Daud tidak sama dengan referensi yang diberikan oleh dunia. Setiap kita hidup di bumi ini untuk memenangkan peperangan, dan Roh Kuduslah yang memberikan kita referensi untuk memenangkan peperangan didalam dunia ini, Roh Kudus akan memberikan Rhema melalui Firman yang akan mengingatkan kemenangan demi kemenangan, peperangan demi peperangan yang pernah kita lewati.

Di ayat 34 dikatakan “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya." kenapa tidak dikatakan aku menggembalakan domba-domba ayahku atau binatang peliharaan ayahku? Tetapi disitu dikatakan menggembalakan kambing domba ayahnya?

Jadi ada kambing diantara domba-domba, lebih mudah untuk menggembalakan domba-domba karena domba itu selalu mengikut dibelakang gembalanya, sedangkan kambing karena memiliki tanduk diatas kepalanya selalu berjalan didepan gembalanya. Jadi bukan sesuatu yang gampang untuk menggembalakan kambing domba sekaligus tetapi harus memiliki keahlian khusus untuk mengatur dan menjaganya.

... Apabila datang SINGA atau BERUANG ...

Siapa Singa itu?

Daud yang masih muda dan ada SINGA yang ada didalam hidupnya, jadi dia mengenal betul kebuasan SINGA, kebuasan dan nafsu SINGA ada didalam dirinya ... Apabila datang SINGA atau BERUANG, yang menerkam seekor domba dari kawanannya ... Kita adalah domba itu, dengan nafsu SINGA yang ada didalam diri kita, ini yang menjadi referensi kepada kita dari Roh Kudus.

Buat kita anak-anak muda taklukkan kebuasan SINGA yang ada didalam kita. Kejar, hajar, dan matikan itu. Kebuasan BERUANG berbicara tentang kemarahan kesombongan, dan kedegilan hati tetapi Tuhan mau setiap kita berurusan dengan kemarahan, kesombongan, dan kedegilan hati kita. Jadi lawan yang terberat sebenarnya adalah didalam kita bukan yang diluar.

Itulah sebabnya ketika Daud berkata sewaktu hambamu ini menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang SINGA atau BERUANG, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik SINGA maupun BERUANG telah dihajar oleh hambamu ini. SINGA DAN BERUANG ITU DIMATIKAN, NAFSU MESTI DIMATIKAN!

Anak-anak muda jangan biarkan SINGA dan BERUANG itu menguasai dirimu, jangan biarkan SINGA dan BERUANG itu menaklukkan hidupmu, tetapi matikan SINGA dan BERUANG itu.

Oleh karena itu ketika Daud mengajukan dirinya kepada Saul untuk maju menghadapi orang Filistin dengan mengajukan referensi-referensi yang diatas, Saul kemudian mempersilahkannya karena referensi yang diajukan oleh Daud berbeda dibandingkan dengan referensi ratusan ribu tentara Israel lainnya yang justru tidak ada seorang pun yang berani maju menghadapi orang Filistin itu. Karena Saul seperti melihat Daud senantiasa berurusan dengan yang didalamnya.

Tidak sulit untuk Tuhan membuat kita menjadi lebih dari pemenang, memberkati hidup kita dan seorang penyembah pasti mengurusi bagian didalamnya. Kenapa Daud bisa mengurusi bagian didalamnya? Kenapa Daud bisa berhasil? Mungkin kita berkata kita sudah jatuh dan gagal berkali-kali, seperti pak Hendrik yang ketika pertama kali dipanggil untuk menjadi Hamba Tuhan, pak Hendrik awalnya ragu apakah dia pantas dan bisa menjadi Hamba Tuhan karena pak Hendrik tau betul siapa dirinya dan itu rasanya tidak mungkin, tetapi Tuhan berkata Dia yang memampukan melalui Roh Kudus dan Tuhan tidak pernah menciptkan satu orang pun untuk binasa.

Untuk menjadi seorang penyembah, ijinkan Tuhan hari demi hari membangun hidup kita, masuk kedalam hidup kita, maka setiap kali SINGA dan BERUANG itu datang kita bisa menghajar dan mematikannya.

... Pula kata Daud: “ Tuhan yang telah melepaskan aku dari CAKAR SINGA dan dari CAKAR BERUANG, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.”

Menjadi penyembah, punya keintiman dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberikan kita referensi dan mengingatkan kita akan perjalanan kita, kemenangan demi kemenangan.

Banyak orang takut menghadapi dunia ini, takut menghadapi hari esoknya, takut menghadapi masa depannya karena tidak berhasil mengalahkan, memerangi apa yang ada didalamnya. Jangan mau didikte oleh iblis untuk hanya memenangkan diluar dan melupakan membereskan yang didalam kita.

Menjadi penyembah-Nya, maka kita akan tahu bahwa Tuhan akan mengurusi bagian didalam kita dan ketika kita menyembah, Tuhan akan memberi kita kekuatan-Nya dan mengajari kita bagaimana menangani keganasan SINGA dan BERUANG itu didalam kita.

Seperti ketika Daud berada di padang rumput yang sunyi tempat yang tidak ada seorang pun melihatnya, tempat dimana dia biasa memainkan kecapinya dan menyembah Tuhan sambil menggembalakan kambing domba ayahnya. Buat anak-anak muda mari mencontoh cara hidup Daud, ditempat yang tidak ada seorang pun melihatnya namun Daud tetap bisa menjaga hubungannya dengan Tuhan. Disaat yang lain mungkin bisa bermain-main dengan dosa, pergi mencari kesuksesan yang lain mengandalkan kekuatannya sendiri. Daud tetap taat dan setia bersama Tuhan dan melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya walaupun tugas itu kelihatan kecil tetapi tidak membuatnya kepahitan dan kecewa. Dan sebagai buah dari kesetiannya kepada Tuhan, dia diurapi oleh Samuel untuk menjadi raja atas bangsa Israel.

Kita mungkin berkata kita sudah melayani Tuhan, sudah bekerja bertahun-tahun tetapi belum mengalami apa-apa, mari tetap setia kepada Tuhan karena pertolongan-Nya tidak pernah terlambat. 20 tahun kita bekerja, tidak sebanding dengan 1 tahun ketika Tuhan memberkati kita.

Dapatkah kita selalu berkata dengan iman bersama Tuhan, kita punya pengalaman, kita punya penyembahan, kita punya kehidupan, kita punya perjalanan iman, apa yang menjadi pengalaman kita dihari kemarin Tuhan akan ingatkan untuk peperangan kita didepan.

Goliat itu raksasa yang badannya penuh dengan janggut dan bulu diseluruh badannya, jadi ketika Daud berkata ... maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Secara spirit, secara Prophetik, secara iman alam roh, Daud sudah memenangkan peperangan itu. Daud mau berkata bahwa Tuhan yang sama akan memberikannya kemenangan atas orang Filistin itu.

Kenapa Daud menyebutnya dengan
orang Filistin itu bukan raksasa atau Goliat namanya? Karena Daud mau berkata, orang Filistin itu penyembah berhala, orang yang tidak mengenal Tuhan TETAPI kami punya dan kenal Tuhan. Dia tidak membesarkan nama musuhnya, dia tidak membesarkan lawannya sekalipun yang lain membesarkan itu, sekalipun secara fisik besar tetapi Daud berkata seperti “Tuhan yang telah melepaskan aku dari CAKAR SINGA dan dari CAKAR BERUANG, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.”

Kesuksesan dengan menjadi penyembah-Nya, Tuhan akan memberikan kita referensinya setiap kali kita mengalami peperangan didepan, Roh Kudus akan mengingatkan kita dan memberi kita referensi sebab Tuhan yang ada sekarang dibumi ini adalah Roh Kudus yang memiliki kuasa akan penciptaan.

Yohanes 12:37
Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,

Yesus banyak melakukan mujizat didepan orang-orang Yahudi tetapi mereka tetap tidak percaya, Kita pasti berpikir karena Yesus itu Tuhan kalau Dia sudah membuat mujizat harusnya mereka percaya.

Jadi ketika kita sedang mengerjakan pekerjaan Tuhan, sedang memberitakan injil, mujizat terjadi, kalau ada yang belum percaya jangan heran karena Yesus saja masih ada yang tidak percaya. Sebab untuk membuat orang percaya itu pekerjaan Roh Kudus kepada siapa yang DIA pilih.

Jadi untuk mencapai kesuksesan mari kita menjadi penyembah-Nya dengan memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, kenali siapa itu Roh Kudus karena Roh Kudus yang sekarang ada di bumi ini.

Saat ini adalah masa-masa Kasih Karunia Tuhan, masa Roh Kudus dicurahkan sampai nanti suatu saat Roh Kudus diangkat dari bumi ini dan kemudian kemurtadan terjadi (Masa Antichrist) masa yang sangat-sangat mengerikan.

2. Mau belajar mendengar dari Roh Kudus.

Ayub 1:1-3
Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Diayat diatas diceritakan Ayub adalah seorang yang sudah menjadi kaya raya, tetapi kekayaan ternyata bukan ukuran suatu kesuksesan.

Ada orang yang kaya pada waktu usianya muda tetapi waktu tuanya dia habiskan uangnya dirumah sakit, ada orang kaya raya waktu masa mudanya tetapi rumah tangganya hancur, istri dan anak-anaknya tercerai-berai, itu bukan kesuksesan.

Di Ayub 1:1 dikatakan Ayub itu orang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Saleh, jujur, takut akan Tuhan, dan menjauhi kejahatan itu bisa dilakukan secara lahiriah tanpa mengenal secara pribadi siapa itu Tuhan. Itulah sebabnya kenapa orang dunia juga bisa hidup jujur, saleh, hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan seperti halnya juga NIKODEMUS seorang yang jujur, saleh, takut akan Tuhan, tetapi dia belum kenal siapa Yesus?

Ayub adalah orang Israel jadi dia bukan seorang penyembah berhala, tetapi belum mengenal Tuhan secara pribadi. Sejak kecil mereka sudah diajarkan turun-temurun oleh orangtua mereka segala perintah yang ada didalam Taurat segala yang baik dan yang tidak baik, inilah menyebabkan Ayub bisa jadi orang yang jujur, saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, yang didapatkannya dari perkataan orang (Orangtua, tetangga dan sahabat).

Ayub 42:5
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Ketika Ayub kehilangan segala sesuatu disitulah Ayub kemudian bertobat dan mengenal Tuhan secara pribadi.

Sebelum Ayub dipulihkan, Tuhan membawa dia mengenal DIA secara pribadi yang awalnya Ayub hanya mendengar dari kata orang saja sehingga dia diberkati karena dia jujur, saleh, takut akan Tuhan, dan menjauhi kejahatan tetapi pondasinya tidak kuat karena cuma mendengar dari orang (diajarkan oleh manusia) karena Tuhan mau lahirkan orang yang jujur, saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan melalui pengalaman secara pribadi dengan Tuhan.

Ayub 42:5 MSG
... I admit I once lived by rumors of you; now I have it all firsthand—from my own eyes and ears!

Ayub 42:5 BIMK
Dahulu, pengetahuanku tentang Engkau hanya kudengar dari orang saja, tetapi sekarang kukenal Engkau dengan BERHADAPAN MUKA.

Ayub adalah orang yang mau belajar mendengar apa kata Tuhan, apa kata Roh Kudus. Untuk sukses melalui Roh Kudus kita harus belajar mendengar, dan hati yang mau belajar dan ini memang tidak mudah. Pak Hendrik belajar dari hidup Bapak Petrus Agung dari istrinya Bu Tina, Dulunya Pak Hendrik mengira Pak Agung itu orang yang ditakdirkan Tuhan mempunyai wisdom, hikmat dan pengurapan dari awalnya tetapi ternyata tidak, diceritakan oleh Bu Tina ketika diawal-awal melayani di mimbar Pak Agung memasang dasi saja tidak bisa sampai ditegur dan kemudian diajarkan cara memakainya dengan benar oleh Pak Timotius Arifin, jadi pelajaran apa yang Pak Hendrik petik dari kehidupan Pak Agung adalah Pak Agung adalah orang yang selalu bergaul, bertanya mengandalkan Roh Kudus.
Jangan berpikir orang tidak pernah salah, seperti Bapak Petrus Agung yang mau selalu belajar, memiliki hati yang mau belajar, memiliki hati yang mau mendengar setiap kali Roh Kudus mengajar, jangan pernah lepaskan hati kita.

AYUB berkata: dulu hanya dari KATA ORANG saja aku MENDENGAR tentang ENGKAU, dulu aku mendengar ENGKAU dari kata ayahku, dari kata ibuku, dari kata Hamba-Hamba Tuhan TETAPI hari ini aku mau mendengar ENGKAU sendiri, aku mau punya pengalaman dengan-Mu sendiri, aku mau ENGKAU berbicara dihatiku.

Ayub 42:6
Oleh sebab itu AKU MENCABUT PERKATAANKU dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Setiap kali kita belajar pasti tidak akan terluput dari kesalahan, tetapi orang yang mau belajar mendengar akan mempunyai kehidupan yang bertumbuh.

Ketika kita mulai belajar bergaul dengan Roh Kudus, mari kita menjaga setiap perkataan kita. Seperti Ayub yang sebelumnya banyak hal yang telah dia perkatakan yang tidak sesuai dengan yang Tuhan mau, ketika bertobat Ayub mencabut semua perkataannya. Mari kita selalu menjaga perkataan kita, ucapkan berkat yang baik buat anak-anak kita, buat istri, dan buat pekerjaan kita. Hati-hati dengan pikiran dan perkataan kita, karena kita akan dicobai seperti apa yang kita pikirkan dan kita ucapkan.

Ketika kita mendengar dari Roh Kudus, membuat kita memperkatakan apa yang Tuhan mau kita perkatakan.

Kesimpulan dari sukses oleh Roh Kudus diatas ialah:

1) Tuhan berkata tidak ada orang yang seperti Daud, tidak ada raja yang seperti Daud, ada banyak raja di Israel, ada banyak raja di-bumi ini tetapi tidak ada yang seperti Daud karena dia adalah seorang penyembah. Tidak heran jika Tuhan memanggil Daud dengan sebutan “seorang yang berkenan di hati-Nya” (a man after God’s own heart) karena Daud tahu cara merebut hati Tuhan. Daud memiliki hati yang berbeda dari semua orang di segala jaman.
Di-penghujung akhir zaman ini Tuhan mencari penyembah-penyembah, DIA tidak mencari orang yang jujur, orang yang saleh, orang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan sekalipun itu baik tetapi Tuhan mencari Penyembah-penyembah, karena seorang penyembah akan Tuhan bawa hidupnya menjadi jujur, saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan YANG LAHIR DARI TUHAN bukan dari kemanusiaannya, kekuatannya, yang mungkin dulu punya masa lalu yang buruk, mempunyai kepribadian yang sangat tidak baik, tetapi ketika engkau intim dengan Tuhan, Tuhan sanggup mengubahkan hidupmu; seperti Saulus menjadi Paulus, seorang yang dulunya adalah pembunuh jemaat Tuhan.

2) Tuhan merindukan kita selalu mengandalkan-Nya melalui Roh Kudus yang ada didalam kita. Tuhan rindu setiap kita memiliki hati yang mau belajar, hati yang mau bergantung kepada Tuhan. Mari minta Tuhan memberikan telinga yang mau mendengar, péka mendengar Roh Tuhan berbicara karena kadang kita tidak bisa mendengarkan suara-Nya karena suara kita yang terlalu besar.

Mari minta Tuhan hati yang mau belajar, telinga yang mau mendengar, dan membukakan setiap telinga kita, dan mengampuni setiap kesombongan kita. Minta Tuhan untuk terus mendidik kita sampai semua rencana Tuhan digenapi melalui hidup kita.

3. Kesuksesan itu adalah pemulihan total double portion.

Jadi ketika Tuhan memulihkan hidup kita, DIA tidak memulihkan hidup kita secara biasa (cuma separuh atau kembali seperti semula) tetapi DIA memulihkan/mengembalikan doule portion, dua kali lipat seperti yang dialami Ayub.

Ayub 42:10
Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

Doakan dan berkatilah setiap orang, bahkan yang telah menganiayamu sekalipun, berkati dan mohonkan doa, cabut setiap perkataan yang negatif. mungkin dulu anda pernah berkata saya tidak "saya tidak akan pernah berhasil karena tidak punya uang dan modal" tetapi Tuhan berkata engkau punya Tuhan yang bisa membuat hidup anda sukses, Tuhan sanggup mengembalikan 2 kali lipat lebih, seperti Tuhan sanggup memberkati Ayub 2 kali ganda lebih dari apa yang pernah dia miliki.

Mari kita terus belajar tanya Tuhan, belajar bergantung dari Roh Kudus, tanggalkan pikiran kita, pertama-tama handalkan Tuhan, jangan mengandalkan pikiran kita karena sering kali Tuhan berbicara melalui Roh-Nya melewati apa yang kita pikirkan dan bayangkan.

Amin!

Jurnalist: Untung Bongga Karua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...